Fenomena Lulusan Baru Menta Penghasilan Tinggi Sempat Heboh itu Teryata Ada Penjelasannya

Fenomena Lulusan Baru Menta Penghasilan Tinggi Sempat Heboh itu Teryata Ada Penjelasannya

Berita Terbaru – Kehebohaan tentang fresh graduate yang menyalahkan penawaran penghasilan Rp 8 juta masih jadi pembicaraan. Tidak hanya menyingkap standar penghasilan fresh grad, upload Insta Story yang menjadi viral itu tunjukkan begitu beberapa pemula kerja saat ini berani minta upah besar. Apa sebenarnnya yang terjadi sampai samapai generasi melenial ini bisa berani memintah upah atau penhasialhan yang sangat tinggi

Fenomena Lulusan Baru Menta Penghasilan Tinggi Sempat Heboh itu Teryata Ada Penjelasannya

Fresh graduate yang baru lulus kuliah biasanya masih cari pengetahuan serta pengelaman. Seringkali penghasilan jadi hal ke-2 yang dipikir mereka waktu terima satu penawaran kerja. Tetapi sekarang nampaknya pendapatan jadi aspek khusus lebih buat mereka yang lulusan kampus kenamaan. Karena itu, banyak pemula kerja cari karier berpendapatan besar serta berani minta angka tinggi saat negosiasi gaji dalam wawancara.

Menurut ahli, ini dapat dikuasai oleh karakter pemula kerja jaman saat ini yang hadir dari generasi millennial. “Millennial saat ini punyai style komunikasi yang lebih berani. Malah orang yang confident serta punyai competence jika tidak nawar (penghasilan tinggi) itu bodoh. Tetapi ya sebaliknya jika tidak punyai confidence serta competence tetapi tuntut penghasilan tinggi itu namanya gila,” kata HR Director Pambudi Sunarsihanto yang Chairman ASEAN Human Development Organization itu. Pambudi memberikan tambahan bila fresh graduate sekarang tidak dapat dibanding dengan generasi dahulu. “Ciri-ciri pekerja kan beralih jadi perusahaan serta HRD harus pahami mengatasi millennial. Saat ini orang pandai serta konsumen itu ialah millennial jadi jika perusahaan tidak dapat mengerti mereka kelak tidak match.

“Memperoleh talenta paling baik kan termasuk juga persaingan karena itu harus pahami serta tahu langkah menarik millennial. Oleh karena itu, saya melawan anak itu di-bully karenanya tunjukkan kita tidak pahami mereka,” lebih lulusan Master of Computer Sciences, Universite de Nantes, Prancis serta Master of Business Administrations, Helski School of Economics, Finlandia itu. Sedang ahli Sumber Daya Manusia Handi Kurniawan punyai opini lain. Dia juga sepakat bila minta upah tinggi bukan suatu yang jelek seandainya memang wajar serta dapat berperan pada perusahaan. Tetapi dia sayangkan hal itu harus dipertunjukkan di sosial media sebab kurang etis serta mungkin saja bumerang buat diri kita.

Menurut penulis buku ‘Go Global: Guide to a Successful Internasional’ itu, fakta banyak fresh graduate sekarang yang berani menawar upah tinggi ialah sebab makin terbukanya info. “Jika saya memandangnya saat ini info tambah lebih terbuka. Beberapa hal yang dahulu tertutup seperti upah awal serta kompensasi jadi lebih transparan. Generasi millennial yang ikuti perubahan berita jadi lebih pahami dimana nilai mereka. Handi juga memberikansarannya pada beberapa fresh graduate. “Tentu saja calon yang berani bernegosiasi butuh mengerti dahulu apa kwalifikasi yang mereka punya serta apa yang bisa merekakontribusikan hingga mempunyai bargaining power. Oleh karenanya beberapa fresh graduate semestinya memperlengkapi diri dengan prestasi serta kwalifikasi tinggi hingga mempunyai daya tawar yang baik,”katanya saat dihubungi wartawan waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *