Awak Media Langsung cercar Pertanyaan Berupa Serangan Kepada Pimpinan Hongkong Ini

Awak Media Langsung cercar Pertanyaan Berupa Serangan Kepada Pimpinan Hongkong Ini

Berita Terbaru – Pemimpin Hong Kong semestinya mengemukakan pidato berkaitan demonstrasi yang berlangsung. Tetapi, dalam pertemuan wartawan, ia mendapatkan banyak sekali serangan dari para jurnalis. Tidak lama sesudah ia mengawali bicara, media langsung ajukan serangan, baik dalam bahasa Inggris atau Canton, dialek yang digunakan oleh masyarakat ditempat. “Anda mempersalahkan kekeliruan penilaian politik pada orang, serta menampik mengaku kekeliruan Anda sendiri,” kata seseorang jurnalis dikutip AFP Selasa (13/8/2019).

Awak Media Langsung cercar Pertanyaan Berupa Serangan Kepada Pimpinan Hongkong Ini

“Kapan Anda terima tanggung jawab untuk akhiri ketakutan rakyat? Kapan Anda mundur? Kapan Anda memerintah polisi untuk berhenti?” bertanya wartawan dari RTHK. Sebelum sang pemimpin Hong Kong sudah sempat menjawab, ia kembali terserang. “Awalnya Anda minta saya untuk memandang pekerjaan saya serius. Jadi, tolong jawab serius,” kata si wartawan. Lam yang mendapatkan suport dari pemerintah China itu akan menjawab. Tetapi, ia kembali dicecar pertanyaan. “Masyarakat sipil takut akan Anda serta polisi. Apa jawaban Anda?” Pertemuan wartawan yang tegang itu sebagai wakil kondisi yang berlangsung sepanjang dua bulan paling akhir dimana beberapa orang terluka serius karena bentrokan dengan polisi.

Berdasar “satu negara, dua skema”, media Hong Kong nikmati kebebasan memiliki pendapat yang tidak pernah di nikmati oleh media di China daratan. Lam, kelihatannya, tidak dapat mengatur kondisi sebab jurnalis terus lakukan interupsi, serta berteriak ajukan pertanyaan pada pemimpin berumur 62 tahun itu. “Tolong jangan menginterupsi,” tutur seseorang petinggi pada wartawan yang berteriak. Pada sebuah titik, ia selanjutnya terdiam serta menunduk sebelum menengadah. Alisnya meninggi serta ia sudah sempat mencecap air sebelum buka mulutnya serta minta untuk tenang. “Saya satu kali lagi minta Anda tidak pedulikan ketidaksamaan serta tenang,” tuturnya. Terlihat Lam berupaya meredam air mata.

“Tolong pikirkan semenit saja. Ini kota serta rumah Anda. Apa Anda ingin untuk menjatuhkannya ke jurang?” tanyanya. Lam selanjutnya bela polisi pada dakwaan pemakaian kekerasan dalam mencegah demonstran saat tembakkan gas air mata ke stasiun bawah tanah serta pusat belanja. Diakuinya “hatinya terluka” dengan demikian jumlahnya berita korban terluka dalam demonstrasi. Tetapi, ia menampik memberi kelonggaran buat demonstran serta menyebutkan tempat polisi dilematis.

Pemimpin yang memegang semenjak 2017 itu langsung memberi respon pertanyaan apa ia terikat dengan China dengan menjelaskan jika ia telah menjawabnya awalnya. Serta kemarahan kembali meledak saat ia tinggalkan tribune. “Nona Lam, banyak masyarakat bertanya belakangan ini kapan Anda akan mati?” teriak seseorang jurnalis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *