Hal Unik Terjadi Di Rapat Komisi III DPR Yang Dipenuhi Dengan Curhatan Pansel KPK

Hal Unik Terjadi Di Rapat Komisi III DPR Yang Dipenuhi Dengan Curhatan Pansel KPK

Berita Terbaru – Pintu ruangan rapat Komisi III DPR kehadiran tamu istimewa. Sembilan orang yang dalam beberapa waktu paling akhir ada ditengah-tengah kontroversi penentuan calon pimpinan (capim) KPK. Mereka adalah pilihan Presiden Jokowi jadi kepanjangan tangannya untuk cari figur figur terbaik untuk melawan korupsi. Tetapi kenyataannya sembilan orang yang terhimpun dalam panitia seleksi (pansel) capim KPK itu tidak lalu adem ayem saja dari kritik. Tentang itu juga yang mengganjal dalam pemikiran seseorang anggota dewan bernama Jacki Uli. Politisi asal Fraksi Partai NasDem membaca apa yang tersebar di mass media mengenai desas-desus miring dibalik sembilan orang itu.

Hal Unik Terjadi Di Rapat Komisi III DPR Yang Dipenuhi Dengan Curhatan Pansel KPK

“Yang kami lihat saat ini, yang beredar di mass media, jika tuduhan itu diperuntukkan pada pansel sebab pansel ini dipandang turut memberi pembunuhan karakter pada KPK,” bertanya Jacki. Jacki mengharap pansel capim KPK bisa mengklarifikasi mengenai desas-desus yang didengarnya itu. Ditambah lagi belakangan ini DPR ikut didera kritik sebab menyarankan koreksi Undang-Undang Nomer 30 Tahun 2002 mengenai KPK sebab dipandang lemahkan kapasitas KPK nanti.

“Apa sebab ada kolusi-kah? Apa sebab pertemanan-kah atau persaudaraan-kah? Tolong itu dibikin bersih dahulu, diterangkan. Sebab dari tudingan-tudingan yang tersebar di mass media ini butuh kita lihat, sebab ini membuat pendapat kelak,” tambah Jacki. Yenti Garnasih yang pimpin rombongan pansel capim KPK itu membuka suara. Ia mengemukakan terdapatnya ‘perundungan’ yang dihadapi pansel capim KPK selekasnya sesudah sembilan nama itu dipublikasikan Jokowi. “Semenjak malam itu dipastikan beberapa nama pansel itu, kita cuma sepanjang 2-3 jam, kemudian semua mem-bully. Semua Pak,” kata Yenti.

Walau, menurut Yenti, dianya pribadi serta pansel capim KPK tidak ambil pusing hal tersebut. Tetapi Yenti masih ingin mengklarifikasi desas-desus itu di depan anggota dewan. “Yang saya ingat sekali jika semua tidak pantaslah,” sebut Yenti. Yenti mengatakan ‘perisakan’ pada pansel capim KPK mulai mengenai dakwaan ketidaktahuan masalah KPK sampai latar pribadi dari anggota pansel capim KPK. Dakwaan yang diperuntukkan pada Yenti dikatakannya masalah staf pakar dari petinggi Polri.

“Bapak bertanya seberapa jauh kebenarannya? Tidak benar, tidak benar,” kata Yenti. Anggota pansel capim yang lain, Indriyanto Seno Adji, ikut mengemukakan klarifikasi. Diakuinya ditunjuk memihak pada Polri. “Saya penasihat pakar memang sejak dari kapan saya penasihat pakar. Tidak cuma Polri, di TNI, Kementerian Pertahanan, di KPK terkadang diberi pertanyaan gagasannya. Saya anggap berdiri di atas basis objektivitas. Pakar, saya bukan pakar, saya narasumber-lah. Itu yang saya klarifikasi,” papar Indriyanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *