Pembangunan Jaringan Kabel Listrik Bawah Tanah DKI Diperkirakan Akan Menelan Dana Rp 289 Miliar

Pembangunan Jaringan Kabel Listrik Bawah Tanah DKI Diperkirakan Akan Menelan Dana Rp 289 Miliar

Berita Terbaru – PT Perusahaan Listrik Negara PLN (Persero) Disjaya mengatakan jika faksinya mempersiapkan dana sejumlah Rp 289 miliar dalam membuat jaringan kabel listrik atau instalasi bawah tanah di DKI Jakarta. Ini dikatakan oleh Ikhsan Asaad sebagai General Manajer PLN Disjaya, di Kantor PLN, Gambir Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Pembangunan Jaringan Kabel Listrik Bawah Tanah DKI Diperkirakan Akan Menelan Dana Rp 289 Miliar

“Ini kan biayanya mahal sekali, tidak mungkin kami dapat mentanahkan semua kabel ini. Ini saja saya mentanahkan kurang lebih Rp 200 miliar untuk keseluruhan DKI. Jika ada 81 ruas bermakna Rp 289 miliar,” kata Ikhsan. Dia selanjutnya merincikan jika harga kabel udara ialah Rp 40.000 per mtr. sedang kabel tanahRp 400.000 per mtr.. Bila ruas jalan di DKI Jakarta sekitar 81 ruas, karena itu PLN harus mempersiapkan dana Rp 289 miliar.

Awalnya beberapa lokasi yang telah di turunkan jaringan kabelnya ialah lokasi Cikini Jakarta Pusat dengan panjang jalan 2 sampai 4 km. Seterusnya yang sekarang sedang dalam proses pembuatan ialah Kemang, Salemba serta Raharjo.

Sedang Sudirman – Thamrin telah usai lama. Ikhsan mengatakan jika pada intinya instalasi underground tidak dibutuhkan sepanjang pengaturan tiang serta kabelnya rapi. Tetapi dia menyebutkan jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan minta supaya semua jaringan kabel di DKI dapat berubah ke instalasi bawah tanah atau underground.

“Kita harus lihat, di mana saja jika hanya jalan protokol tetap dibuat kabel udara, yang penting rapi. Jika semrawut kan dapat mengganggu jalan raya serta tilihat tidak bagus,” kata Ikhsan. Mengenai fakta Ikhsan sampai sekarang belum lakukan perapian kabel-kabel listrik di sejumlah lokasi ialah sebab permasalahan kabel telematika yang masih terikat pada kabel PLN. Dia mengatakan keadaan itu punya potensi bikin rugi PLN sebab membahayakan pekerja PLN.

“Yang disuruh itu ialah berjalan-jalan protokol, tetapi lihat itu di muka kantor saya ada kabel telematika. Kami tidak akan turunkan (kabel udara) jika kabel lain (telematika) masih ada. Sebab jika kabel saya turunkan, orang saya kerja serta tentang kabel kestrum, rusak kabel saya kan harus ubah, listri padam kelak saya yang di komplen. Seperti tempo hari kabel berasap di Cikini saya yang dikomplen,” jelas Ikhsan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *