Golkar Tegaskan Bahwa Pihak Istana Tidak Terlibat Dengan Munas Golkar

Golkar Tegaskan Bahwa Pihak Istana Tidak Terlibat Dengan Munas Golkar

Berita Terbaru – Ketua Biasa Partai Golkar Airlangga Hartarto menyanggah berita jika faksi Istana mengintervensi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar. Terutamanya dalam soal penentuan ketua biasa.

Golkar Tegaskan Bahwa Pihak Istana Tidak Terlibat Dengan Munas Golkar

Airlangga yang maju jadi calon ketua biasa Golkar itu memperjelas, Istana bukan pemegang suara. Pemegang suara pada Munas Golkar ialah DPD I serta II. “Pemegang suara ialah DPD I DPD II. Jadi kita konsentrasi saja pada munas serta mencari suport dari DPD I DPD II,” kata Airlangga waktu didapati di Aula DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/12/2019).

Awalnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus memverifikasi jika Luhut Binsar Pandjaitan memberi dukungan Airlangga kembali jadi ketua biasa Partai Golkar periode 2019-2024. Luhut yang sekarang memegang Menteri Koordinator Bagian Maritim didapati adalah kader senior Partai Golkar.

Atas suport Luhut itu, Lodewijk memperjelas, tidak ada hubungan dengan suport dari faksi “Yang pasti, Pak Luhut hadir jadi senior, bukan jadi menteri. Berkaitan suport Istana, tentu saja di luar kerangka itu,” sebut ia.

Awalnya dikabarkan, tiga menteri Presiden Jokowi disebut turut terlibat dalam penentuan ketua biasa Golkar dengan mendesak beberapa kader agar memberi dukungan Airlangga Hartarto. Hal itu diutarakan Fungsionaris DPP Partai Golkar Syamsul Rizal. Menurut Rizal, ke-3 menteri itu mendesak pengurus DPD I, DPD II serta kepala wilayah yang berlatar belakang Golkar.

“Jadi ada pembantu (menteri) Presiden, saya tidak ingin ucap nama, tetapi ada tiga pembantu Presiden yang telephone DPD I, DPD II serta kepala-kepala wilayah untuk pilih Airlangga,” tutur Rizal selesai Rapat Paripurna di Kantor DPP Golkar, Rabu (27/11/2019). Ia menyebutkan, ke-3 menteri itu datang dari satu kader Golkar, akademisi serta satu yang lain datang dari parpol lain.

Dari ke-3 menteri itu, Rizal menyebutkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ikut terlibat mengintervensi kader wilayah. Menurutnya, beberapa menteri itu memihak pada Airlangga. Dia juga menanyakan kemampuan ke-3 menteri itu.

Di lain sisi, Rizal melihat, ke-3 menteri itu tengah cari legitimasi politik ke Jokowi. Musababnya, ketiganya tidak memiliki kemampuan politik. “Agar Presiden itu yakin mereka punyai kemampuan politik, walau sebenarnya tidak,” papar Rizal. Presiden Jokowi sendiri memperjelas jika ia tidak terjebak dalam persaingan perebutan bangku ketua biasa Partai Golkar.

Dia akui tidak menugasi menterinya untuk cawe-cawe masalah kompetisi ke arah bangku Golkar 1 ini. “Munas itu masalah internal Golkar serta jadi partai besar mustahil dapat diintervensi menteri serta faksi external,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Presiden Jokowi memandang, timbulnya rumor jika dia ikut serta dalam Munas Golkar adalah hal yang biasa dalam politik. Serta, rumor semacam ini sering ada dalam Munas awalnya. Tetapi, Jokowi kembali memperjelas jika Golkar jadi partai besar tidak dapat diintervensi. “Jika dapat interferensi hebat benar. Apa urusannya Setneg dengan Munas Golkar, itu masalah internal partai,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *